Selain itu, Sekolah Bandar Lampung menyediakan program ekstrakurikuler yang beragam, seperti klub debat, tim olahraga, dan paduan suara. Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa di luar kegiatan akademik, sehingga mereka dapat menjadi individu yang berbakat dan memiliki keterampilan yang beragam.


Selain itu, Sekolah Bandar Lampung juga menawarkan berbagai program ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan potensi siswa di luar kegiatan akademik. Program ekstrakurikuler ini mencakup klub debat, tim olahraga, dan paduan suara yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan bakat siswa.

Klub debat di Sekolah Bandar Lampung memberikan kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, memperdalam pengetahuan, serta melatih keterampilan argumentasi. Dengan bergabung dalam klub debat, siswa dapat belajar berpikir kritis dan mengasah kemampuan berargumentasi dengan baik.

Selain klub debat, Sekolah Bandar Lampung juga memiliki tim olahraga yang dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan fisik, kerjasama tim, dan semangat sportivitas. Melalui latihan rutin dan kompetisi yang diikuti, siswa dapat belajar mengelola waktu, meningkatkan disiplin diri, serta mengembangkan kekuatan dan ketahanan tubuh.

Tak ketinggalan, program paduan suara di Sekolah Bandar Lampung memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui seni musik. Dengan bergabung dalam paduan suara, siswa dapat mengembangkan kemampuan vokal, belajar bekerja sama dalam sebuah kelompok, serta meningkatkan kepekaan terhadap seni dan budaya.

Dengan adanya beragam program ekstrakurikuler ini, Sekolah Bandar Lampung berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara holistik. Melalui kegiatan di luar jam pelajaran, siswa dapat mengembangkan keterampilan yang beragam, memperluas wawasan, serta menjadi individu yang berbakat dan berkualitas.

Referensi:
1. Artikel “Manfaat Berpartisipasi dalam Ekstrakurikuler” dari situs Pendidikan.co.id
2. Buku “Mengembangkan Potensi Siswa Melalui Ekstrakurikuler” karya Prof. Dr. Bambang Sumantri.